Merdeka.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mewacanakan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Rumah Sakit Sumber Waras. Sebab kasus pembelian lahan RS Sumber Waras telah menjadi perhatian publik.
Namun Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul menentang rencana politisi Partai Gerindra tersebut. Ruhut meminta agar Fadli terlebih dahulu mendengar pendapat fraksi lain, bukannya hanya menuruti obsesi Gerindra.
"Fadli Zon harus sadar, DPR itu bukan hanya Gerindra, ada juga fraksi lain. Kenapa sih Fadli Zon dendam kesumat sama Ahok, kader yang meninggalkan Gerindra? Semakin kau begitukan Ahok makin kinclong dia," kata Ruhut saat dihubungi, Selasa (19/4).
Koordinator juru bicara Partai Demokrat berujar bahwa Fadli jangan memanfaatkan DPR sebagai sarana membalas dendam ke Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dia kecewa DPR terkesan pasang badan terhadap hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Padahal belum ada keputusan final dari Komisi III DPR apakah perlu berkunjung ke BPK.
Baca juga:
"Lama-lama kecebong dan kodoknya Pak Jokowi di Istana Bogor tertawa sama Fadli Zon. Belum dibicarakan sama sekali (di Komisi III). Kalau begitu terus sikap Fadli Zon itu lama-lama Partai Pak Prabowo habis ditinggal kadernya," tuturnya.
Secara terpisah, anggota Komisi III DPR Taufiqulhadi menilai DPR terlalu jauh ikut campur dalam urusan RS Sumber Waras. Menurutnya BPK dan KPK tak perlu diintervensi secara politis.
"Biarkanlah kasus Sumber Waras ini menjadi ranah bagi dua lembaga (BPK dan KPK)," ujar Taufiqulhadi.
BACA JUGA
Politikus Partai NasDem ini menganggap kunjungan para koleganya di Komisi III ke BPK seharusnya tidak perlu dilakukan. Apalagi saat ini, baik itu BPK dan KPK, sudah sesuai prosedur yang berlaku dalam tahapan penyelidikan.
"Tidak perlulah kita (Komisi III) ikut campur terlibat di dalamnya. Tunggu saja prosesnya. Sehingga kita jangan terkesan mendorong-dorong seakan ada muatan politis tertentu," pungkasnya.
Selanjutnya
Namun Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul menentang rencana politisi Partai Gerindra tersebut. Ruhut meminta agar Fadli terlebih dahulu mendengar pendapat fraksi lain, bukannya hanya menuruti obsesi Gerindra.
"Fadli Zon harus sadar, DPR itu bukan hanya Gerindra, ada juga fraksi lain. Kenapa sih Fadli Zon dendam kesumat sama Ahok, kader yang meninggalkan Gerindra? Semakin kau begitukan Ahok makin kinclong dia," kata Ruhut saat dihubungi, Selasa (19/4).
Koordinator juru bicara Partai Demokrat berujar bahwa Fadli jangan memanfaatkan DPR sebagai sarana membalas dendam ke Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dia kecewa DPR terkesan pasang badan terhadap hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Padahal belum ada keputusan final dari Komisi III DPR apakah perlu berkunjung ke BPK.
Baca juga:
"Lama-lama kecebong dan kodoknya Pak Jokowi di Istana Bogor tertawa sama Fadli Zon. Belum dibicarakan sama sekali (di Komisi III). Kalau begitu terus sikap Fadli Zon itu lama-lama Partai Pak Prabowo habis ditinggal kadernya," tuturnya.
Secara terpisah, anggota Komisi III DPR Taufiqulhadi menilai DPR terlalu jauh ikut campur dalam urusan RS Sumber Waras. Menurutnya BPK dan KPK tak perlu diintervensi secara politis.
"Biarkanlah kasus Sumber Waras ini menjadi ranah bagi dua lembaga (BPK dan KPK)," ujar Taufiqulhadi.
BACA JUGA
Politikus Partai NasDem ini menganggap kunjungan para koleganya di Komisi III ke BPK seharusnya tidak perlu dilakukan. Apalagi saat ini, baik itu BPK dan KPK, sudah sesuai prosedur yang berlaku dalam tahapan penyelidikan.
"Tidak perlulah kita (Komisi III) ikut campur terlibat di dalamnya. Tunggu saja prosesnya. Sehingga kita jangan terkesan mendorong-dorong seakan ada muatan politis tertentu," pungkasnya.
Selanjutnya
loading...


saya sngt kecewa ktk pdip meninggalkan pak Prabowo wkt pemilihan presiden yg lalu tp simpati saya sirna ktk prabowo bersama petinggi2 gerindra dgn membabi buta menyerang pak Ahok ktk keluar dr gerindra. segala cara dipakai bahkan cara Preman pasarpun kalah apalagi si Fadli Zon, M Taufik dll smp kadernya korupsipun cuek mrk, uang negara habis utk rapat pansus, angket bahkan negara mau hancur kyknya nda masalah mrk, saya jg keluarga mikir2 lg memilih partai yg kekanak-kanakan spt ini dlm pemilu apapun...
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapussaya lihat si Zon zongong memang nga pernah kerja. yg ada cuma bikin kekacauan. jangan sampe rakyak pilih dia lagi. inget ya jawa barat. dia pendukung rizieq yang menistakan masyarakat sunda. jgn sampe pendukung penista budaya sunda jadi DPR lagi!!!!!!
BalasHapusBetul kerjanya cuman mencibir orang. Najis
Hapus